Tampilkan postingan dengan label Irfan Azizi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Irfan Azizi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Agustus 2025

Iman Kita Melahirkan Rasa Aman Pada Sesama

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ. ]رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ[

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selasa, 20 Agustus 2024

Indonesia Merdeka, Palestina Merdeka

 

puisi isi dipersembahkan kepada Aliansi Pemuda Kalbar Bela Palestina yang tak henti terus merajut pembelaan demi pembelaan bagi negeri Palestina yang masih terjajah 

Irfan Azizi (Ketua Harian 1 Badan Pengurus Pusat Forum Lingkar Pena)

 

* * *

Ingatlah saudaraku... 
Saat Indonesia merdeka
Bangsa Palestina menyapa
Akui kemerdekaan
Beri bantuan

Jumat, 03 September 2021

Merdekanya Indonesia, Ikut Melaksanakan Ketertiban Dunia


Selamat Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh
Tujuh puluh enam tahun waktu ditempuh
Kau adalah negara merdeka
Yang sedari awal bertekad memerdekakan bangsa-bangsa dunia

Senin, 22 Februari 2021

Milad ke-24 FLP: 2 Misi Kaderisasi dan 4 Misi Organisasi

Milad FLP

Hari ini genap 24 tahun FLP, mungkin masing-masing kita punya nostalgia di setiap satuan usia organisasi tempat kita berhimpun ini, namun terpenting lagi esok kita tetap bersama di rumah ini dengan segenap kesadaran diri. Kenapa kita di FLP? Apa yang diinginkan FLP? Bagaimana bila kita menjadi pengurus FLP? Apa kewajiban kita sebagai anggota FLP? Apa pula haknya?

Kesadaran-kesadaran semacam itulah yang akan memberikan makna pada hari-hari kita di FLP. Makna yang menambah bobot cinta kita pada FLP, pada sesama anggotanya, pada setiap tugas di dalamnya.

Saya ingin mengajak setiap diri di FLP untuk menyegarkan ingatannya akan hal-hal yang sesungguhnya ingin dilakukan FLP. Ya, FLP ingin melakukan apa? Atau dalam istilah AD/ART-nya disebut Misi. Bahwa Anggaran Dasar kita telah menekadkan Misi Organisasi, dan Anggaran Rumah Tangga kita telah menekadkan Misi Kaderisasi. Bahwa FLP sebagai organisasi mau melakukan apa? Tengoklah Anggaran Dasar Pasal 4 nomor 2! Dan FLP dengan agenda kaderisasinya mau melakukan apa? Tengoklah Anggaran Rumah Tangga Pasal 11 nomor 2!

Kamis, 15 Agustus 2019

LIHAT! BUDI DAN BAHASA


“Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa.” Begitu pesan Raja Ali Haji dalam Gurindam-nya pasal kelima.

Minggu, 12 Mei 2019

DAKWAH DENGAN PENA ALA FORUM LINGKAR PENA


Dakwah dengan pena adalah simpul program Forum Lingkar Pena (FLP). Sebab, sedari awal beridirnya FLP ditujukan untuk mengisi ruang Dakwah Pena. Dan Dakwah Pena itu artinya Dakwah dengan Pena. Dakwah adalah aktivitasnya, Pena adalah sarananya. Jadi, aktivitas utama FLP adalah dakwah dengan sarana pena.

Rabu, 30 Mei 2018

MEREKA AKAN KEMBALI ABU DENGAN PETIR ABU-ABU YANG DICIPTAKAN



Kali ini mereka namakan petir abu-abu
Sungguh ini menjadi penggenap tiga yang lalu
Wujud keputus-asaan yang kan berujung kelabu
Seperti sebelumnya mereka pun menjadi abu

Kamis, 22 Februari 2018

Madrasah Pena Baca FLP: Sebuah Catatan di Milad FLP ke-21



Literasi adalah kemampuan menulis dan membaca. Literasi juga bermakna pengetahuan dan keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu. Selain itu, literasi juga merupakan seni menggunakan huruf untuk merepresentasikan bunyi atau kata.

Maka, melek literasi itu bila mampu menulis dan membaca, atau berpengetahuan dan terampil, atau cakap merepresentasikan bunyi dan kata. Karenanya, dengan kemampuan dan kecakapan seperti itu, serta pengetahuan dan keterampilan demikian, seseorang bisa tergolong sosok literatur yang jadi acuan.

Lalu pertanyaannya, apakah dengan melek literasi seperti itu otomatis menjadi insan beradab? Apakah menjadi acuan itu otomatis terjamin keadabannya? Inilah titik tekan jargon FLP periode 2017–2021, yaitu Literasi Berkeadaban.

Kamis, 27 Juli 2017

(Kajian Hadits) INILAH RINGKASAN AGAMA


عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى  الشُّبُهَاتِ فَقَدْ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعىَ حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ، أَلاَ وَإِنَّ  لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْب] .رواه البخاري ومسلم[

Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya di sekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika ia buruk maka buruklah seluruh tubuh; ia adalah hati.” (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Rabu, 24 Mei 2017

LIMA GURU DARI LIMA PENJURU MASJID


Dia yang terpaut pada masjid. Ada yang menautkan diri pada masjid sepenuh kesadaran. Ada yang ditautkan orang pada masjid sepenuh keterpaksaan. Pun ada yang terpaut tanpa alasan jelas yang penuh kepentingan.

Rabu, 17 Mei 2017

WAKAF KITA ITULAH YANG DITUJU!


Wakaf kita itulah yang dituju
Rumah bagi generasi yang diburu
Oleh kezaliman para kaum serakah
Toh itu pula yang jadi amalan jariyah

Rabu, 10 Mei 2017

JANGAN BIARKAN ANAK CUCU TAK TAHU KE MANA LAGI MENUJU!


Tegakah kita meninggalkan generasi baru
Bila tetiba zaman berangsur tak lagi menentu
Sebab aura kehidupan semakin kelabu
Hingga anak cucu tak tahu ke mana lagi menuju

Senin, 01 Mei 2017

HIDUP INI BUKANLAH SENDIRIAN!


Hidup ini bukanlah sendirian
Semua himpunan kejayaan
Hendaklah terus kita wariskan
Tuk generasi hadapan

Minggu, 30 April 2017

HIDUP INI BUKAN MILIK SEORANG!


Hidup ini bukan milik seorang
Semua yang kini gemilang
Kelak belum tentu tetap benderang
Tuk rentang masa yang panjang

Rabu, 22 Februari 2017

20 Tahun | Forum Lingkar Pena di Zaman Angka



Sebuah catatan tentang FLP di Zaman Angka, bersempena dengan 20 tahun usianya. Jelang Munas IV Forum Lingkar Pena di Bandung.

Rabu, 08 Februari 2017

(Kajian Hadits) KESADARAN BERAGAMA SEPERTI INI YANG HENDAKNYA SELALU KITA TUMBUHKAN


عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم: "مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ." [رواه البخاري ومسلم وفي رواية لمسلم: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ]

Dari Ummul Mu’minin Ummu Abdillah Aisyah radhiyallahu ‘anha dia berkata: Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya, maka dia tertolak.” [Riwayat Bukhori dan Muslim, dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak.]

Sabtu, 04 Februari 2017

(Kajian Hadits) PETA JALAN MUSLIM; SETELAH TENTUKAN TUJUAN, SEGERA PIKIRKAN AKHIRNYA


عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ: "إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا." (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan: “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara: menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. Sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga  maka masuklah dia ke dalam surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jumat, 27 Januari 2017

(Kajian Hadits) ORIENTASI IMAN KITA ADALAH AMAL

sumber: kataislam.com

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ: "بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ, شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ."

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima perkara; bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.”

Senin, 23 Januari 2017

(Kajian Hadits) URUSAN PENTING MESTI DIDAPAT MELALUI PENGAJARAN


عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ: "بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ! فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً. قَالَ: صَدَقْتَ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ. قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ! قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ: صَدَقْتَ. قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ! قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ! قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا! قَالَ: أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ. ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا. ثُمَّ قَالَ: يَا عُمَرَ, أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ؟ قُلْتُ: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ. قَالَ: فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ."

Dari Umar radhiallahu ‘anhu juga berkata: “Ketika kami duduk-duduk di sisi Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam suatu hari, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun di antara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk di hadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada lututnya dan meletakkan kedua telapaknya di atas pahanya seraya berkata: ‘Wahai Muhammad, beritahukan aku tentang Islam!’ Maka bersabdalah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, ‘Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu.’ Kemudian dia berkata, ‘Anda benar.’ Kami semua heran, dia yang bertanya, dia pula yang  membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi, ‘Beritahukan aku tentang Iman!’ Lalu beliau bersabda, ‘Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.’ Kemudian dia berkata, ‘Anda benar.’ Kemudian dia berkata lagi, ‘Beritahukan aku tentang ihsan!’ Lalu beliau bersabda, ‘Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau.’ Kemudian dia berkata, ‘Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)!’ Beliau bersabda, ‘Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.’ Dia berkata, ‘Beritahukan aku tentang tanda-tandanya!’ Beliau bersabda, ‘Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya!’ Kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya, ‘Tahukah engkau siapa yang bertanya?’ Aku berkata, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.’ Beliau bersabda, ‘Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian.’”

Sabtu, 14 Januari 2017

(Kajian Hadits) MENJADI UNGGUL KARENA MEMILIKI TUJUAN DALAM HIDUP DAN MENGETAHUI PROSES PERALIHAN MENUJUNYA


عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: "إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى. فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ."

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khaththab radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan."