Tampilkan postingan dengan label Al Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Qur'an. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Oktober 2025

Bagian Ketiga Surat Al Mursalat: Mereka Sulit Bayangkan Kiamat


Pada bagian ketiga ini, mari kita kembali mencermati ayat demi ayat dalam surat Al Mursalat. Setelah sebelumnya kita menghayati peringatan dari Allah yang diulang sebanyak 10 kali dalam surat ini. Kali ini kita kembali ke awal surat hingga pertengahannya, merasakan bahwa inilah penekanan dari Allah kepada orang-orang musyrik yang sulit meyakini janji-janji-Nya.

Senin, 15 September 2025

Bagian Kedua Surat Al Mursalat: Sepuluh Kali Peringatan-Nya


“Celakalah pada hari itu bagi mereka yang mendustakan kebenaran.” Begitulah peringatan Allah subhanahu wata’ala yang diulang 10 kali. Pada bagian kedua ini, kita akan menyeksamai 10 cuplikan kehidupan yang diakhiri dengan peringatan tersebut. Semuanya dalam rangka menegaskan sebagaimana ayat ke-7 bahwa, إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَٰقِعٌ “sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi.”

Senin, 01 September 2025

Bagian Pertama Surat Al Mursalat: Ayat-Ayat Pembukanya dan Kalimat yang Berulang Padanya

 


Kita akan menyelami surat ke-77, yang diberi nama Al Mursalat. Artinya malaikat-malaikat yang diutus. Karakter surat ini ringkas dan keras. Inilah yang mestinya menarik perhatian kita untuk menyelaminya sedalam mungkin.

Pada bagian pertama ini, kita akan menyelami dua hal dari surat Al Mursalat. Pertama terkait ayat-ayat pembukanya. Kedua terkait kalimat yang berulang di dalamnya.

 

Minggu, 11 September 2022

Kecintaan Kita Kepada Al Qur’an

 


Al Qur’an itu istimewa. Satu-satunya yang bukan makhluk di sekitar kita, sehingga tak melekat padanya sifat-sifat kemakhlukan yang serba berkekurangan, menjadi pudar dan punah. Al Qur’an kekal dan terjaga, maka ia cocok di segala ruang dan waktu, hingga hari inipun al Qur’an tetap relevan dan diperlukan dalam kehidupan kita.

Rabu, 17 Agustus 2022

Materi Surat At Tiin

 

 

- I -

Kalau sedang dalam perjalanan, salah satu surat yang mungkin bisa sering dibaca saat shalat adalah surat At Tiin. Karena begitulah yang dilakukan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebagaimana disampaikan dalam riwayat al Barra bin Azib. Surat ini termasuk surat Makkiyah yang turun setelah surat al Buruj. Berisi tentang kemuliaan manusia, yang ukurannya pada iman dan amal.

Selasa, 16 Agustus 2022

Materi Surat Asy Syams


- I -

Surat Asy Syams merupakan salah satu surat yang diturunkan di Makkah. Turun setelah surat al Qadar. Dan merupakan surat yang dijadikan alternatif oleh Rasulullah sebagai bacaan pendek dalam shalat. Saat sahabat Mu’adz yang menjadi imam diadukan kepada Rasulullah karena membaca surat yang panjang, maka Rasulullah pun menegurnya dengan memberikan 4 alternatif surat yang bisa dibaca. “Apakah engkau suka menimbulkan fitnah, wahai Mu'adz? Kenapa engkau tidak membaca Sabbihisma Rabbikal A'la (surat al A’la), Wasy Syamsi Wa Dhuha-ha (surat Asy Syams), Wal Fajri (surat al Fajr), dan Wal Laili Idza Yagsya (surat al Lail)?” begitu sabda Rasulullah. Salah satunya yang disebut adalah surat asy Syams.

Sabtu, 23 Juli 2022

Materi Surat Asy Syarh


 

- I -

Setelah surat Ad Dhuha, surat berikutnya Asy Syarh. Kedua surat ini sama-sama berfungsi sebagai penghibur bagi Rasulullah. Sama-sama mengingatkan pada nikmat yang telah diberikan sebelumnya, sehingga membuat hati mensyukurinya. Bahkan pada surat asy Syarh ditekankan akan nikmat-nikmat berikutnya bila ada kesulitan, berupa kemudahan-kemudahan yang dijanjikan.

اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ

Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)?

Materi Surat Al Fajr

 

 

- I -

Ada riwayat menarik terkait surat al Fajr ini. Suatu ketika sahabat Mu’adz menjadi imam dan bergabung seorang makmum dengannya, namun kemudian makmum itu memisahkan diri dan shalat di pojok masjid. Setelah shalat, Mu’adz yang dilapori hal itu berucap, “Dia seorang munafik.” Namun kemudian peristiwa itu sampai kepada Rasulullah. Lelaki yang memisahkan diri dari shalat berjamaah itupun ditanyai alasannya. “Wahai Rasulullah, pada mulanya aku datang dan shalat bersamanya, tetapi dia bacaannya sangat panjang, akhirnya aku salam dan shalat sendirian di sudut masjid itu. Setelah selesai, aku memberi makan untaku,” ungkapnya. Rasulullah kemudian menegur Mu’adz, “Apakah engkau suka menimbulkan fitnah, wahai Mu'adz? Kenapa engkau tidak membaca Sabbihisma Rabbikal A'la (surat al A’la), Wasy Syamsi Wa Dhuha-ha (surat Asy Syams), Wal Fajri (surat al Fajr), dan Wal Laili Idza Yagsya (surat al Lail)?”

Minggu, 17 Juli 2022

Materi Surat Ad Dhuha


 

- I -

Ada beberapa riwayat terkait sebab turunnya surat Ad Dhuha. Namun dari berbagai riwayat itu, intinya adalah fase di mana sempat ada jeda turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam, hingga beliau merasa gelisah bahkan ada riwayat yang mengatakan sakit beberapa hari. Saat kondisi seperti itu, diceritakan dalam riwayat datang perempuan menghampiri Nabi mengatakan, “Hei Muhammad, setanmu telah pergi.” Maksudnya adalah Jibril yang membawa wahyu telah pergi tak lagi menyampaikan wahyu. Dan perempuan ini disinyalir adalah istri Abu Lahab yaitu Jamil.

Atau dalam riwayat lain, disebutkan yang menghampiri adalah Khadijah, yang mengatakan, “Tuhan-mu telah meninggalkanmu.” Namun, para mufassir berpendapat bahwa riwayat ini bisa jadi bukan Khadijah yang dimaksud, atau bilapun memang Khadijah maka itu semacam ungkapan kesedihan bukan ungkapan celaan atau keingkaran pada janji Rabbul Izzati.

Materi Surat Al Ghasyiyah



- I -

Al Ghasyiyah ini dalam tafsir Ibnu Katsir disebut sebagai salah satu dari nama hari Kiamat. Hal itu karena, menurut Ibnu Abbas, Qatadah dan Ibnu Zaid, hari kiamat itu menutupi semua manusia. Hingga manusia seluruhnya meninggal tak tersisa satupun. Namun secara umum, surat ini akan membawa kita pada ingatan tentang adanya neraka dan surga, serta dorongan untuk mengingat kekuasaan Allah.

Ada satu episode dalam hidup Rasulullah yang mungkin bisa kita ingat terkait ayat pertama surat al Ghasyiyah. Yaitu saat Rasulullah melewati seorang perempuan yang sedang membaca ayat pertama surat al Ghasyiyah. Saat itu beliau segera menyahuti bacaan: “هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ” / “Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?”

“Benar, telah datang kepadaku (beritanya).” Begitu sambut Rasulullah, cepat. Episode sederhana ini, meskipun hanya sebatas lewatnya Rasulullah di depan perempuan yang sedang membaca ayat pertama surat al Ghasyiyah, dan Rasulullah dengan singkat meresponnya bahwa memang sudah sampai kabar tentang Hari Kiamat itu, namun menjadi pengingat penting bagi kita. Bahwa Hari Kiamat itu benar adanya, bahkan sudah tersampaikan kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam sebagai Rasul terakhir. Firman Allah subhanahu wata’ala dan penegasan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam itu mestinya menjadi penguat keimanan kita terhadap Hari Kiamat.

Minggu, 01 Mei 2022

Khutbah Idul Fitri 1443 H Bertepatan Hari Pendidikan Nasional 2022

 


Khutbah Idul Fitri 1443 H

Al Qur’an adalah Sumber Ilmu dari Sang Pencipta Alam Semesta

(H. Muhammad Irfan Abdul Aziz, Pengurus Pusat Himpunan Dai Muda Indonesia)

 

إنّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُهُ حَمْدًا كَثِيْرًا يُوَافِي نِعَمِهِ، وَيُدَفِّعُ نَقَمِهِ، وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. اللهُمَّ نَسْتَعِيْنُ بِكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنَعُوْذُ بِالله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، فَإِنَّ مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلِ فَلَا هَادِيَ لَهُ. اللهُمَّ لَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، إِلَيْكَ يُرْجَعُ الأَمْرُ كُلُّهُ. وَأَشْهَدُ أن لَا إلهَ إلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَفِيُّهُ وُخَلِيْلُهُ.

إِنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ قَدْ عَزَمَ عَلَى الرَّحِيْل. فَطُوْبَى لِمَنْ أَحْسَنَ اغْتِنَامِهِ، وَضَمَنَ حُضُوْرِهِ بِإذْنِ الله لِلدُّخُوْلِ مِنْ بَوَّابَةِ الرَّيَّان إِلَى جَنَّةِ اللهِ تعالى. وَطُوْبَى لِمَنْ عَمِلَ صَالِحًا، وَأَرْفَقَهُ بِدُعَاءٍ صَالِحٍ إلى الله، وَلَمْ يَغْتَرَ بِمَا أَكْرَمَهُ مِنْ طَاعَات. إِخْوَةَ الإِيْمَان، اتَّقُوْا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدْ، وَاعْلَمُوْا أَنَّنَا مُفَارَقُوْنَ مَهْمَا طَالَ العُمْرِ.

 

Minggu, 18 Juli 2021

Khutbah Iduladha 1442 H : Wabah dan Tiga Hikmah Qurban


Khutbah Iduladha 1442 H

Wabah dan Tiga Hikmah Qurban

(H. Muhammad Irfan Abdul Aziz, Pengurus Pusat Himpunan Dai Muda Indonesia)

 

الله أكبر (9 مرات) لا إله إلا الله والله أكبر ، الله أكبر ولله الحمد.

الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Kamis, 20 Agustus 2020

Muharram, Mulai dengan Lebih Baik

 

Kita saat ini di momentum pergantian tahun hijriyah. Inilah tahun yang bulan terakhirnya adalah Dzulhijjah dan bulan pertamanya adalah Muharram. Kedua bulan ini merupakan bulan yang dimuliakan, selain Dzulqa’dah dan Rajab. Dzulqo’dah adalah bulan sebelum Dzulhijjah atau setelah Syawal, dan Rajab merupakan bulan ketujuh sebelum Sya’ban atau dua bulan sebelum Ramadhan. Itulah empat bulan yang dimuliakan dengan cara menjaga kemuliaan kemanusiaan kita. Sehingga dilaranglah memulai peperangan di bulan-bulan ini, dianjurkan meninggalkan perkara-perkara nista dan hendaknya secara optimal memuliakan diri kita masing-masing dengan amalan dan sikap yang mulia.

Senin, 11 Juni 2018

KENAPA IKAN DISEBUT NUUN DALAM KISAH NABI YUNUS?



Seorang teman bertanya, "Kenapa ikan disebut Nuun dalam kisah Nabi Yunus?"

Begini... Dalam kisah Nabi Yunus tidak disebut Nuun. Tetap disebut Huut الحوت seperti dicantumkan dalam Surat al Qolam. Huut adalah salah satu jenis ikan (samak) yaitu Paus.

Senin, 28 Mei 2018

MENAHAN DIRI AGAR KITA TIDAK DITIMPA KESULITAN



Ketika Rasulullah dan kaum muslimin sampai di Zul Hulaifah dengan membawa 70 unta untuk qurban, berujarlah Umar bin Khaththab. "Wahai Nabi Allah, apakah engkau akan memasuki tempat suatu kaum yang bermusuhan denganmu tanpa membawa senjata dan tanpa membawa pasukan?"

MEREKA AKAN BERBALIK MELARIKAN DIRI



Begitulah sunnah kehidupan yang telah Allah subhanahu wata'ala tetapkan. Pada akhirnya, bila orang-orang kafir memerangi kita, maka mereka akan berbalik melarikan diri.

Sabtu, 26 Mei 2018

APA BUKTI PETUNJUK KEMENANGAN DARI-NYA?



Kita selalu memerlukan petunjuk Allah. Dalam semua episode kehidupan. Lebih-lebih lagi dalam episode perjuangan.

Kamis, 03 Mei 2018

ALLAH MERIDHAI KITA KETIKA...


Ridha Allah adalah tujuan kita semua, di setiap ruang dan waktu. Sebab dengan ridha-Nya, akan terlimpahkan kepada kita anugerah yang penuh berkah di dunia. Begitupun dengan ridha-Nya, akan terbukakan bagi kita pintu-pintu surga-Nya. Sungguh amalan saja tak cukup, mesti amalan yang membuat Allah ridha atas kita.

Rabu, 02 Mei 2018

KAPAN KITA BERHENTI DAN BOLEH TAK IKUT?


Rasulullah kembali diperintah untuk menyampaikan kepada orang-orang Arab Badui yang sebelumnya tak ikut. "Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu harus memerangi mereka kecuali mereka menyerah. Jika kamu patuhi (ajakan itu), Allah akan memberimu pahala yang baik; tetapi jika kamu berpaling seperti yang kamu perbuat sebelumnya, Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih."

Selasa, 01 Mei 2018

MEREKA YANG 'SAKIT', TAPI KITA YANG DITUDUH 'SAKIT'


Lihat saja, begitu kita mau mengambil ghanimah-ghanimah, mereka pun hendak ikut. Padahal sebelum harta-harta itu statusnya belum ghanimah, dan umat masih harus menghadapi kafir Quraisy, mereka enggan ikut.