Senin, 15 Juni 2020

TANYA JAWAB TENTANG SHALAT TAUBAT



Seorang kawan bertanya kepada saya tentang Shalat Taubat. Beberapa hal ditanyakannya, dan saya berusaha membantu dengan memberikan jawaban-jawaban yang kiranya dapat menerangkan hal-hal yang ingin ia perjelas. Tanya jawab tersebut saya salinkan di sini dengan harapan dapat memberikan penjelasan bagi teman-teman lainnya yang ingin mengetahui tentang Shalat Taubat. Sehingga apa yang sempat kami bincangkan dapat bermanfaat lebih luas. Adapun bila ada hal-hal yang belum dijelaskan dari tanya jawab di bawah ini, silakan menuliskan di kolom komentar. Semoga bermanfaat!



Tata caranya bagaimana dari mulai niat sholat Taubat?
Seperti shalat biasa. Niat shalat taubat, dengan tekad tidak mengulangi kesalahan dan menyesal telah melakukannya. Lalu shalat dua rakaat.

Ada sunnah-sunnah yang bisa kita amalkan saat mengerjakannya?
Sunahnya memperbanyak amalan setelah shalat, utamanya sedekah.

Ada waktu yang direkomendasikan buat melaksanakannya? Atau kapan saja sebaiknya kita melaksanakan itu?
Kapan saja, sebaiknya tidak lama setelah melakukan dosa. Kecuali dua waktu yang taubat tidak diterima lagi, yaitu saat sakaratul maut hingga nyawa sampai kerongkongan dan saat matahari sudah terbit dari barat.

Ada doa khusus setelah sholat itu?
Doa istighfar memohon ampunan. Secara umum istighfar yang dianjurkan seperti yang ada dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan biasa kita baca seperti yang ada dalam zikir Al Ma'tsurat. Kalimat istighfar ini disebut sayyidul istighfar, yaitu penghulunya istighfar. Lahfadznya sebagai berikut:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
"Allahumma Anta Rabbi, la ilaha illa Anta, khalaqtani wa ana 'abduka, wa ana ala ahdika wawa'dika mastatha'tu, audzubika min syarri ma shana'tu, abu'u laka bini'matika alayya wa abu'u laka bi dzanbi, faghfirli, fa innahu la yaghfirudzunuba illa Anta.
Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu.

Apa yang perlu kita perhatikan saat melaksanaknnya?
Kejujuran niat dan kesungguhan bertaubat.

Berarti bisa dilakuin tiap hari atau bagaimana?
Boleh saja tiap hari, dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

MENGENAL SHALAT TAUBAT



Sebagian kita mungkin sudah sering mendengar istilah shalat Taubat. Sebagian lagi bahkan sudah pernah melakukan shalat Taubat. Tapi ada pula di antara kita yang belum pernah mencoba menunaikan shalat Taubat, bahkan baru mendengar istilah shalat Taubat. Maka, pada tulisan ini, kita coba mengenal shalat Taubat. Setidaknya ada tiga hal yang bisa kita kenali terkait shalat Taubat.

Apa itu shalat Taubat?

Shalat adalah ibadah kepada Allah dengan gerakan tertentu dan bacaan tertentu pada waktu tertentu. Adapun Taubat adalah kembali dari kesalahan dan dosa. Jadi Shalat Taubat bisa dimaknai sebagai ibadah kepada Allah dengan gerakan tertentu dan bacaan tertentu dalam momentum kembalinya kita dari kesalahan dan dosa.

Momentum kembalinya kita dari kesalahan dan dosa bisa kapanpun. Sebab prinsip pertaubatan sebagaimana firman Allah dalam surat az Zumar ayat 53, “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’”

Dari ayat tersebut, kita bisa memahami bahwa kita perlu bertaubat bila merasa diri telah melampaui batas, yang akhirnya melanggar larangan. Selain itu, pertaubatan kita sesungguhnya besar peluangnya –bahkan pasti diterima- sebab pintu taubat akan selalu terbuka yang merupakan bagian dari rahmat Allah. Namun, tentu prinsip taubat adalah kembali dari maksiat dan menyesal telah melakukannya, serta bertekad tidak kembali melakukannya.

Adapun landasan syariatnya berdasar pada hadits riwayat Abu Dawud, dari Abu Bakar ash Shiddiq, bahwa aku mendengar Rasulullah bersabda: “Siapa dari hamba yang melakukan dosa lalu ia memperbaiki bersuci, kemudian berdiri untuk shalat dua rakaat, lalu beristighfar kepada Allah, kecuali Allah telah memberikan ampunan baginya.” Kemudian Rasul membaca ayat ini:
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. [Ali Imran : 135]

Atau hadits riwayat Ahmad, dari Abu Darda’ radhiyallahu anhu, bahwa aku mendengar Rasulullah bersabda: “Siapa yang berwudhu dengan memperbaiki wudhunya, lalu berdiri dan shalat dua rakaat atau empat (salah satu riwayat ragu), ia berzikir dengan baik di dalamnya dan khusyu’, lalu beristighfar kepada Allah azza wa jalla, Allah telah mengampuninya.”

Bagaimana shalat Taubat?

Shalat Taubat sederhananya sama dengan shalat seperti biasa. Gerakan dan bacaannya pun sama dengan shalat biasa. Tentu niatnya yang berbeda. Oleh karena itu, cara shalat Taubat dengan diawali niat taubat nashuha, taubat yang sungguh-sungguh dengan segala penyesalan dan tekad tidak akan mengulanginya.

Jadi, shalat ini dilakukan oleh seseorang yang merasa telah melakukan kesalahan atau maksiat. Setelah berniat seperti itu, iapun melaksanakan shalat dua rakaat secara sendirian seperti shalat biasa.

Setelah shalat, silakan menyampaikan doa permohonan ampunan dari Allah. Tidak ada doa khusus. Namun selain doa, ada anjuran untuk memperbanyak amal. Sebab, semangat shalat Taubat adalah kembali mendekat kepada Allah, maka kita perlu memperbanyak amal-amal yang bisa semakin mendekatkan kita kepada Allah. Di antara amal-amal itu yang dianjurkan adalah sedekah. Maka perbanyaklah bersedekah setelah shalat Taubat. Meskipun ini tidak harus, namun dianjurkan.

Kapan dilaksanakannya shalat Taubat?

Sebaiknya segera setelah merasa berdosa kapanpun itu, karena pintu taubat terbuka kapanpun. Bahkan setelah shalat Ashar sekalipun, karena shalat ini adalah shalat yang didirikan dengan suatu sebab, maka disyariatkan ketika ada sebabnya. Termasuk bila itu harus dilakukan setelah shalat Ashar yang merupakan waktu dilarangnya shalat.

Tapi, meskipun bisa dilakukan kapanpun, dan pintu taubat juga terbuka kapanpun, kita perlu ingat bahwa ada pengecualian dua waktu yang tak lagi dibuka pintu taubat. Yaitu:

Pertama, ketika sakaratul maut dan ruh telah sampai di kerongkongannya. Sebagaimana riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, bahwa Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawa belum sampai kerongkongan.” [HR. Tirmidzi]

Kedua, ketika hari kiamat kubra yaitu saat matahari telah terbit dari barat. Sebagaimana riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Siapa yang bertaubat sebelum terbitnya matahari dari barat, maka Allah mengampuninya.” [HR. Muslim]

Maka, pada dua waktu itu shalat Taubat tidak diterima. Sebab pintu taubatnya pun telah tertutup.

Senin, 19 Agustus 2019

MEMBACA SEJARAH DI PUNCAK TAMING SARI TOWER


Taming Sari Tower membawa kami berputar pada ketinggian 80 meter, guna menyeksamai kota sejarah Melaka. Proyek UNESCO yang dimulai penataannya tahun 2009 dan puncaknya 2019 ini.

Jumat, 16 Agustus 2019

KEPAHLAWANAN BAHASA MEMPERTAHANKAN JATIDIRI


Melalui perairan Temasek, mengenang tentang hutan rawa yang dipilih oleh Inggris untuk menggenapi pelabuhannya guna menguasai perairan kawasan Asia Tenggara. Setelah sebelumnya mendirikan pelabuhan di Penang dan Bengkulu. Hal itu juga untuk mengimbangi dominasi pelabuhan Sunda Kelapa yang dikuasai Belanda.

Kamis, 15 Agustus 2019

LIHAT! BUDI DAN BAHASA


“Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa.” Begitu pesan Raja Ali Haji dalam Gurindam-nya pasal kelima.

Minggu, 12 Mei 2019

DAKWAH DENGAN PENA ALA FORUM LINGKAR PENA


Dakwah dengan pena adalah simpul program Forum Lingkar Pena (FLP). Sebab, sedari awal beridirnya FLP ditujukan untuk mengisi ruang Dakwah Pena. Dan Dakwah Pena itu artinya Dakwah dengan Pena. Dakwah adalah aktivitasnya, Pena adalah sarananya. Jadi, aktivitas utama FLP adalah dakwah dengan sarana pena.

Senin, 13 Agustus 2018

HIKAYAT SUCINYA TAPAK



Tapak nan suci itu…
Di penjuru bumi diidamkan
Ia adalah seni perlawanan
Dengan segala ketangkasan