Jumat, 23 Januari 2026

Inilah yang Ditaujihkan oleh Komisi Dakwah MUI Pusat kepada Kami...


Awal tahun 2026 kami berkesempatan silaturrahim dengan Pimpinan Komisi Dakwah MUI Pusat. Dalam suasana siang selepas shalat Jumat yang sejuk, karena hujan deras turun disekitar gedung MUI, kami diterima oleh KH. Saiful Bahri AR selaku Ketua Komisi Dakwah dan Buya Dr. Jaja Nur Jannah selaku Sekretaris Komisi Dakwah. Selain itu ada pula beberapa Wakil Sekretaris Komisi Dakwah MUI Pusat, yaitu Dr. Agus Suprayogi, M.Si., H. Darmawan, M.Pd., serta Ustadz Ahmad Fauzan Amin, M.A.

Setelah kami membuka dengan perkenalan singkat, Kyai Saiful Bahri lalu menyampaikan beberapa pesan penting untuk menjadi perhatian kami selaku da’i muda. “Hidup ini tidak semata materi,” pesannya membuka taujih siang itu. Beliau mengingatkan akan jati diri da’i, yang sesungguhnya berorientasi pada dakwah ilallah. Tidak semuanya diukur dengan materi, bahkan materi itu sendiri mestinya tidak menjadi orientasi di mata seorang da’i. Sehingga menghadirkan keikhlasan dalam setiap langkah dakwah adalah hal yang mutlak.

Beliau pun mencontohkan tentang aktivitas para pengurus MUI yang tidak digaji. “Kita mengurus MUI berangkat dari tanggungjawab terhadap kondisi umat,” ujarnya.

Berlanjut kepada Buya Jaja, beliau mengapresiasi kami sebagai himpunan da’i muda. “Memang yang menggerakkan perubahan pada sebuah bangsa adalah anak mudanya,” begitu alasannya. Kemudian beliau mengingatkan konsep ukhuwah yang mestinya terus ditumbuh-kembangkan. Ta’aruf, tafahum, ta’awun dan takaful. Satu-persatu beliau jabarkan. “Jadi mestinya sampai bantu itu tidak nunggu diminta, itulah takaful,” pesannya agar HDMI menjadi organisasi yang berkembang dengan semangat tersebut.

Masuk pada hal-hal yang terkait tupoksi di Komisi Dakwah, kami pun mendapatkan arahan yang lebih teknis dalam pengembangan dakwah. Dr. Agus Suprayogi selaku yang mengawal tupoksi pemberdayaan ekonomi mengingatkan agar kami ikut mengangkat gagasan-gagasan menumbuh-kembangkan koperasi. “Berdayakan potensi-potensi yang ada pada dai kita, sehingga kemandirian dai bisa diwujudkan,” pungkasnya.

Kyai Darmawan yang biasa kami jumpai dalam proses standardisasi Da’i MUI punya pesan tersendiri terkait dengan peningkatan kapasitas dai. “Semoga bisa kita kembangkan pelatihan-pelatihan kepada seluruh dai, sebagai bentuk pengembangan diri dan penjagaan pada kualitas dakwah, dengan pemahaman keislaman dan kebangsaan yang baik.”

Beliau juga berharap, adanya himpunan ini bisa menjadi kanal untuk menyentuh generasi milenial ke bawah. Selain itu, bila ada hal-hal yang menyimpang di lapangan juga penting untuk dikomunikasikan ke MUI.

Terakhir, kami mendapatkan pesan dari Ustadz Ahmad Fauzan Amin selaku yang membidangi media MUI. “Para da’i muda semoga dapat lebih aktif di media sosial, sehingga dapat mengimbangi konten media sosial yang hanya mengandalkan lucu namun tidak ada nilai yang disampaikan.”

Saya menyimak satu-persatu taujih tersebut, mencatatnya, dan menyeksamainya untuk menjadi butir-butir pikiran kami selanjutnya. Saya akan membawa taujihat pada sesama Dewan Pendiri, kepada jajaran Pengurus Pusat, serta kepada seluruh dai muda yang ada di HDMI. Sehingga menjadi hikmah-nya syuyukh yang tertanam dalam hamasah-nya syabab.


Muhammad Irfan Abdul Aziz
Anggota Dewan Pendiri HDMI
Koordinator Nasional Muallaf Center HDMI

Tidak ada komentar: