Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 Agustus 2016
Senin, 21 Maret 2016
MUSLIM SUNANTARA YANG MASUK KE KARANGASEM
Islam
mulai menyebar di Karangasem dengan migrasinya pekerja Muslim dari Lombok,
pelaut dari Makassar, serta pedagang dari Arab. Merekalah yang dianggap dalam
catatan sejarah sebagai masyarakat Sunantara. Berikut ini adalah beberapa fase
potongan sejarah yang menggambarkan proses migrasi tersebut, juga beberapa
peninggalan corak Islam dari migrasi masyarakat Muslim di wilayah Karangasem.
Label:
Agama,
Bali,
Dakwah,
Dunia Islam,
Essai,
Indonesia,
Irfan Azizi,
Islam,
Wawasan
Jumat, 11 Maret 2016
PENGGEMBALA MUSLIM YANG DATANG KE BULELENG
![]() |
| sumber: remaspegayaman |
Masuknya
Islam di Buleleng merupakan berkah tidak langsung kekalahan Blambangan dari serangan
pasukan Truna Goak yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Panji pada tahun 1587.
Kekalahannya tragis, karena Santa Guna sebagai Raja Blambangan meskipun sudah
turun tahta dan mengindari kecamuk dengan bersemedi akhirnya mati ditikam
dengan Ki Semang, yaitu kerisnya I Gusti Ngurah Panji. Tetapi duka tak hanya
menjadi milik Blambangan, melainkan juga milik Mataram di Jawa. Sebab Santa
Guna adalah Senapati Mataram untuk wilayah Blambangan.
Label:
Agama,
Bali,
Dakwah,
Dunia Islam,
Essai,
Hindu,
Indonesia,
Irfan Azizi,
Islam
Kamis, 03 Maret 2016
TAWANAN BELANDA DARI ACEH YANG MENGENALKAN ISLAM DI BANGLI
Tengku Haji Ahmad,
itulah Muslim yang mengenalkan Islam di Bangli. Bersama sahabatnya, Tengku
Umar, ia turut diangkut oleh kapal Kompeni Belanda pada 1908. Mereka yang
terangkut dalam kapal itu adalah pemberontak pada perang Aceh. Merekalah kaum
Paderi, kaum Santri yang tak rela bumi nusantara dijajah oleh siapapun.
Label:
Agama,
Bali,
Dakwah,
Dunia Islam,
Essai,
Hindu,
Indonesia,
Irfan Azizi,
Islam
Senin, 15 Februari 2016
KETIKA KEAHLIAN MUSLIM DIBUTUHKAN KERATON TABANAN
Sebuah surat
berbahasa Jawa masuk ke pemerintahan Batara Ngeluhur, namun saat itu tak
satupun dari petinggi kerajaan yang bisa membaca isi surat. Maka sang Raja pun
mencari orang yang bisa membacakannya. Hingga bertemulah dengan seorang anak
muda dari desa Temenggungan (Blambangan / Banyuwangi – Jawa Timur) yang sedang
bekerja pada salah satu keluarga di daerah itu; namanya Aryo Nur Alam.
Label:
Agama,
Bali,
Dakwah,
Dunia Islam,
Essai,
Hindu,
Indonesia,
Irfan Azizi,
Islam,
SMART
Selasa, 09 Februari 2016
PERAN RADEN MADURA DAN KAPTEN BUGIS DALAM PENGENALAN ISLAM DI BADUNG
Label:
Agama,
Bali,
Bedah Buku,
Dakwah,
Dunia Islam,
Essai,
Hindu,
Indonesia,
Irfan Azizi,
Islam,
Politik,
SMART,
Wawasan
Jumat, 05 Februari 2016
TIGA TAHAPAN PENGARUH ISLAM DI BALI
![]() |
| Muslim Bali gelar sholat Idul Adha di Renon (harnas.co) |
Setelah masuknya agama Islam di nusantara pada abad XIII, kemudian
semakin berkembang pada abad XV (sekitar tahun 1416) dengan kehadiran para Muballigh
dari Malaka, Persia, dan Gujarat, maka tumbuh beragam kerajaan Islam di
nusantara. Kerajaan-kerajaan Islam itu tersebar di beberapa wilayah nusantara;
di antaranya Aceh, Minangkabau, Jawa, Ternate, Goa, Banjar, dan Kutai. Selain
itu, juga ada di beberapa daerah lainnya.
Dalam sebuah buku pengenalan Islam di Bali yang disunting oleh Drs.
M. Sarlan, M.P.A., maka kita dapat mengenali 3 tahapan pengaruh Islam di Bali.
Tiga tahapan itu adalah Jalur Diplomasi - Politik, Jalur Perdagangan - Ekonomi,
dan Jalur Kekerabatan - Sosial.
Label:
Agama,
Bali,
Bedah Buku,
Dakwah,
Dunia Islam,
Essai,
Hindu,
Indonesia,
Irfan Azizi,
Islam,
Kultural,
Politik,
SMART,
Wawasan
Selasa, 02 Februari 2016
UMMAT ISLAM DI RAHIM KLUNGKUNG
Pasca penaklukan Gajah Mada tahun 1343, Bali didominasi oleh kuasa
kerajaan Hindu. Saat itu sebagai penguasa baru berasal dari keluarga Kresna
Kepakisan dari Majapahit (Jawa), yang memerintah di Samprangan (Gianyar). Raja saat
itu dibantu oleh para Patih yang berasal dari keluarga Arya dan Wesia. Para
Patih dari keluarga Arya adalah Arya Kenceng, Arya Kenuruhan, Arya Belog, Arya
Manguri, Arya Delancang, Arya Pengalasan, Arya Wangbang, Arya Kutawandira. Adapun
para Patih dari keluarga Wesia adalah Tankober, Tanmundur, dan Tankaur.
Label:
Agama,
Bali,
Dakwah,
Dunia Islam,
Essai,
Hindu,
Indonesia,
Irfan Azizi,
Islam
Senin, 01 Februari 2016
LIMA MASA KERAJAAN GELGEL
Kerajaan besar yang pernah ada di Bali adalah Kerajaan Gelgel.
Uniknya, dari pusat kerajaan besar Hindu di Bali inilah kelak Islam mulai
dikenal oleh masyarakat Bali. Kiranya, bila dirasa perlu mencermati kerajaan
ini, maka kita bisa membagi penelaahannya berdasarkan 5 masa kepemimpinan dalam
Kerajaan Gelgel.
Rabu, 20 Januari 2016
WACANA KREMATORIUM YANG SEMPAT KONTROVERSIAL DI BALI (SAAT AGAMA TERBENTUR DENGAN ADAT)
Jangan anggap, bila Bali yang identik dengan tradisi Hindu dan
dihuni oleh mayoritas umat Hindu maka benturan antara Agama dan Adat tidak
terjadi. Nyatanya benturan itu ada, bahkan semakin pelik saat berada di lokasi
yang sangat menjunjung tinggi adat. Karena hakikat adat adalah penjagaan warisan
kebiasaan, sehingga alasan ‘penjagaan’ itulah yang seringkali tidak dapat
menyesuaikan perkembangan zaman. Sebab tidak ada kebiasaan yang abadi dalam kehidupan
dunia yang terus melalui dinamika perjalanan zamannya. Dan inilah yang pernah
terjadi saat gagasan pembangunan Krematorium diangkat oleh Pesematonan Warga
Pasek Sanak Sapta Rsi pada tahun 2007.
Selasa, 19 Januari 2016
Kisah Cinta Ratu Dewi Fatimah dan Raja Dalem Ketut Sri Kresna Kepakisan
![]() |
| sumber: anneahira.com |
Ratu Dewi Fatimah adalah sepupu Raja Dalem Ketut Sri Kresna
Kepakisan. Namun, rupanya hubungan mereka berdua tidak sekadar kerabat dalam
dinasti Majapahit di Jawa. Sebab telah bersemi bunga-bunga cinta di antara
keduanya. Jadilah mereka sepasang kekasih yang hanyut dalam kasmaran cinta.
Senin, 18 Januari 2016
SIAPAKAH TUJUH WALI DI BALI?
![]() |
| sumber: muslimedianews.com |
Setelah Majelis Manaqib
Jama’ah Akhlakul Khasanah Jam’iyah Manaqib Al Jamali berjalan setahun,
pada suatu malam di bulan Muharram 1413 H (1992 M) ustadz Thoyib Zein Arifin
selaku pengasuhnya mendapatkan bisikan yang ia akui sebagai sirri (suara
yang didengar namun tidak ada wujud asalnya). Bisikan itu menyatakan bahwa di
Bali terdapat tujuh wali yang hendaklah diwujudkan.
Minggu, 17 Januari 2016
FENOMENA SEJARAH PURA LANGGAR DI BALI
Masuknya Hindu dan Islam di Bali hanya selisih dua
abad. Dengan demikian hampir tidak ada kendala dalam proses akulturasi
masyarakat Hindu dan masyarakat Muslim di Bali. Tapi ada satu faktor yang
mungkin bisa dianggap cukup signifikan dalam mempererat jalinan hubungan
masyarakat Hindu dan masyarakat Muslim di Bali, sebagaimana yang pernah
diutarakan oleh mantan Ketua MUI Bali yaitu almarhum H. Habib Adnan.
Jumat, 15 Januari 2016
ISLAM DI BALI: PEDAGANG MUSLIM, MUALLAF HINDU DAN PENGASUH PESANTREN
Karunia Allah subhanahu wata’ala yang akhirnya mempertemukan ustadz Chabib Thoyib Zein Arifin Assegaf dengan bapak Saja’i pada Juli 1991 H / Muharram 1412 H. Ustadz
Thoyib Zein Arifin adalah Pengasuh Pondok Putri Al Khoiriyah di Jl. Kol. Sugiono Wedoro Belahan RT 02 RW VII Gg. VI/16,
kecamatan Waru, kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sedangkan bapak Saja’i adalah seorang
Muallaf yang asalnya beragama Hindu, yang mendapatkan hidayah setelah 70 tahun
usianya hidup sebagai seorang Hindu. Baik ustadz Thoyib Zein Arifin maupun
bapak Saja’i sama-sama berusia senja. Rasa kagum yang hinggap di relung hati ustadz
Thoyib akan keislamanan bapak Saja’i di usia senjanya yang menjadi sebab
pertemuan itu. Dengan taufiq dari Allah subhanahu wata’ala, ustadz Thoyib
berangkat dari Sidoarjo untuk menemui bapak Saja’i di kediamannya yang terletak
di Bukit Bedugul, kabupaten Tabanan, Bali.
Label:
Agama,
Bali,
Dakwah,
Dunia Islam,
Essai,
Indonesia,
Irfan Azizi,
Islam,
Komunitas,
Wawasan
Langganan:
Postingan (Atom)














