Senin, 06 Juni 2016

MENYAPA MASYARAKAT DENGAN ILMU (1)

sumber: pixabay.com

Menarik ketika mendapati Imam Bukhari meletakkan ayat ke 19 dari surat Muhammad pada bab "Ilmu Sebelum Berkata dan Berbuat" dalam Shahih-nya. Karena permulaan ayat itu adalah perintah Allah kepada RasulNya untuk memantapkan pengetahuan dan keyakinan. Memantapkan pengetahuan didahulukan, baru kemudian memantapkan keyakinan. Atau, memantapkan pengetahuan hingga kita benar-benar mencapai derajat keyakinan akan pengetahuan tersebut. Tentu pengetahuan yang paling utama adalah pengetahuan tentang Allah azza wa jalla, lalu semua ilmu yang datang dari Rasulullah, hingga segala ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan ini.

Maka, sesungguhnya ilmu merupakan syarat sah bagi sebuah niatan, perkataan, dan amalan; sebagaimana dituturkan dalam Fathul Baari, penjelasan bagi Shahih Bukhari. Dahsyatnya lagi, Imam Ibnul Qayyim menyatakan dalam Madaarijus Saalikiin, "Orang yang melarang mencari ilmu hanyalah perampok, wakil dan anak buah iblis."

Bahwa kita adalah Da'i sebelum apapun. Maka setiap kita hendaknya membekali diri dengan ilmu dan terus menambah perbekalan ini. Fokus utama pencarian ilmu kita adalah pada firmanNya dan hadits RasulNya. Sebab Ibnu Utsaimin pernah menegaskan saat menguraikan "Bekal Dai kepada Allah", bahwasannya setiap ilmu yang tidak bersumber dari al Quran dan hadits itu harus diklarifikasi. Bahwa hal itu dipastikan tidak bertentangan dengan al Quran dan Hadits.

Karenanya kita yang mayoritas bermazhab Syafi'i jangan pula terkejut, bila mendapati salah satu pernyataan tegas Imam Syafi'i dalam Diwaan Asy Syafi'i sebagai berikut: "Semua ilmu selain al Quran itu merepotkan, kecuali ilmu Hadits dan Fiqh dalam agama. Yang dikatakan ilmu adalah yang di dalamnya ungkapan haddatsana (dari hadits), karena selain itu adalah bisikan setan belaka."

Oleh karena itu, di bulan yang penuh berkah ini, marilah kita mengawali segalanya dengan ilmu. Pastikan diri kita bukanlah pihak yang menghalangi masyarakat dari ilmu, bahkan justru kitalah yang menjadi pembuka pintu-pintu ilmu bagi masyarakat. Dan yang paling utama dari ilmu itu adalah al Quran beserta segala pengetahuan yang dikandungnya. Kenalkan al Quran kepada masyarakat, sajikan kandungan-kandungannya kepada masyarakat.

Semoga dengan demikian, kita telah menyapa masyarakat dengan ilmu. Dan begitulah semestinya dai sejati.



Muhammad Irfan Abdul Aziz
1 Ramadhan 1437 H

Twitter: @Daybakh
BBM PIN: 56C730A3
Channel Telegram: @MadrasahRamadhan

5 komentar:

Ernawati Lilys mengatakan...

sukron ilmunya ustadz. :)

Irfan Azizi mengatakan...

Afwan, teh... Nuhun :)

Naqiyyah Syam mengatakan...

Terima kasih sudah diingatkan

Irfan Azizi mengatakan...

Sama2,mbak...
Terima kasih sdh berkunjung

Firay Syah mengatakan...

Jadi malu,