Jumat, 19 Februari 2016

MEMBACA LEDAKAN DI TURKI


Malam, 17 Februari 2016, sebuah mobil meledak di pusat Ibukota Turki. Menariknya, meledak di dekat bus yang membawa karyawan lembaga-lembaga militer. Lebih menarik lagi, lokasinya tak jauh dari pusat komando Militer, Parlemen dan kantor-kantor Kementerian.


Tak kalah menariknya, pada malam yang sama juga meledak bom yang dilempar ke Pusat Kebudayaan Turki di Stockholm, Swedia. Ini adalah serangkaian ledakan yang belakangan ini marak di Turki. 

Adapun yang di Ankara terakhir ini, meledak saat Turki sudah memutuskan untuk melakukan serangan darat ke Suriah dan telah mengumumkan untuk mengakhiri serangan kepada kekuatan PKK (Kurdi).

Entah siapa pastinya yang melakukan peledakan itu; pastinya itu adalah tindakan terorisme. Namun, setidaknya Pemerintah, Militer dan Masyarakat Turki bisa membacanya.

Bagi Pemerintah Turki, bisa membacanya agar pemerintahannya lebih sibuk dengan urusan dalam negeri dan tak mencampuri urusan internasional bersama Amerika dan Rusia.

Bagi Militer Turki, bisa membacanya agar Militer tahu bahwa teroris masih bersemayam di Turki bahkan bisa mengakses pusat-pusat komandonya.

Bagi masyarakat Turki, bisa membacanya agar mereka mulai berpikir ulang ke mana pemimpinnya akan membawa negerinya. 

Siapapun yang mengirimnya, mereka ingin tiga elemen pengukuh negara dapat dipisah-pisahkan. Bila tiga elemen pilar penting negara ini tidak solid, maka negara tergoncang. Untuk apa mereka goncang Turki?


Dago _ 19 Februari 2016

Tidak ada komentar: