
- I -
Ada
riwayat menarik terkait surat al Fajr ini. Suatu ketika sahabat Mu’adz menjadi imam
dan bergabung seorang makmum dengannya, namun kemudian makmum itu memisahkan
diri dan shalat di pojok masjid. Setelah shalat, Mu’adz yang dilapori hal itu
berucap, “Dia seorang munafik.” Namun kemudian peristiwa itu sampai kepada
Rasulullah. Lelaki yang memisahkan diri dari shalat berjamaah itupun ditanyai
alasannya. “Wahai Rasulullah, pada mulanya aku datang dan shalat bersamanya,
tetapi dia bacaannya sangat panjang, akhirnya aku salam dan shalat sendirian di
sudut masjid itu. Setelah selesai, aku memberi makan untaku,” ungkapnya.
Rasulullah kemudian menegur Mu’adz, “Apakah engkau suka menimbulkan fitnah, wahai
Mu'adz? Kenapa engkau tidak membaca Sabbihisma Rabbikal A'la (surat al
A’la), Wasy Syamsi Wa Dhuha-ha (surat Asy Syams), Wal Fajri
(surat al Fajr), dan Wal Laili Idza Yagsya (surat al Lail)?”