Kamis, 31 Desember 2015
Rabu, 30 Desember 2015
SIKAP SYARIAT TERHADAP EMPAT MACAM KESALAHAN
Dalam menjalani kehidupan ini, kita selaku ummat Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam diberikan pemakluman bila melakukan pelanggaran karena salah yang tidak disengaja. Secara akhirat, semua ketidaksengajaan (termasuk yang dilakukan karena kesalahan) tidak dianggap sebagai dosa. Tetapi secara konsekuensi hukum bagi kehidupan dunia bisa tetap ada, dan ulama memiliki beragam pendapat dalam ranah ini.
Label:
Agama,
Bedah Buku,
Essai,
Hadits,
Irfan Azizi,
Islam,
Wawasan
Selasa, 29 Desember 2015
(Kajian Hadits) BILAMANA KESALAHAN KITA BISA DIAMPUNI?
![]() |
| (dokumen pribadi) |
عن ابن عباس رضي الله عنهما: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "إن الله تجاوز لي عن أمتي: الخطأ و النسيان و ما استكرهوا عليه."
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu'anhuma, bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah memaafkan karenaku atas ummatku: kesalahan, lupa, dan keterpaksaan."
Label:
Agama,
Essai,
Hadits,
Hikmah,
Irfan Azizi,
Islam,
Rasulullah,
Taujih
Minggu, 27 Desember 2015
DI MANA PERAYAAN NATAL BERSAMA NASIONAL TAHUN 2015?
Setelah menulis Jangan Nistakan Yesus di Tanggal 25 Desember, datang informasi bahwa Natal Bersama Nasional tahun ini akan diselenggarakan di daerah yang sama. Di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Jalan Raya El Tari, Kupang.
Jumat, 25 Desember 2015
JANGAN NISTAKAN YESUS DI TANGGAL 25 DESEMBER
Salah satu daerah mayoritas Katholik di Indonesia yang pernah saya kunjungi adalah pulau Timor. Saat itu, saya menjejakkan kaki di pulau yang merupakan bagian provinsi Nusa Tenggara Timur tepat jelang momen gelaran pawai Paskah. Dua pekan di sana, saya menyusuri Kupang hingga Atambua; merasakan makanannya, budayanya dan kehidupan sosialnya. Bertemu beberapa tokoh pemerintahan dan tokoh masyarakat, yang salah satunya adalah seorang Pengacara yang bernama Elias Matheos Ludji Pau, S.H., M.Hum.
Label:
Agama,
Essai,
Indonesia,
Irfan Azizi,
Wawasan
Kamis, 24 Desember 2015
MENGOKOHKAN IDENTITAS DIRI SEBAGAI PEWARIS NABI
![]() |
| foto: Ruang Utama Masjis Raya Tanjungpinang (dokumen pribadi) |
Kita kembali melalui momen Maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam tahun 1437 H. Mungkin selalu terpikirkan, kiranya apa yang perlu kita optimalkan dari momentum ini? Kiranya apa yang bisa kita maknai dari momentum ini? Dan saya berpendapat, bahwa momen Maulid hendaknya menjadi momen kita untuk semakin "Mengokohkan Identitas Diri Sebagai Pewaris Nabi shallallahu alaihi wasallam".
Label:
Agama,
Al Qur'an,
Dakwah,
Essai,
Hadits,
Irfan Azizi,
Islam,
Rasulullah,
Renungan,
SMART,
Taujih
Selasa, 22 Desember 2015
(Kajian Hadits) BAGAIMANA HENDAKNYA KITA BERIMAN?
Langganan:
Postingan (Atom)





