Rabu, 20 Juli 2016

Bagian III: HEBOHNYA KOMUNIKASI DAN TRANSPORTASI UDARA ISTANBUL (Antara Media dan Bandara)


Tidak jauh dari pukul 00, dua jembatan penghubung di Selat Bosphorus yang krusial sudah dinyatakan normal; Jembatan Bogazici dan Jembatan Fetih Sultan Mehmet. Namun di Ankara masih mencekam, hiruk-pikuk oleh tembak-tembakan. Menariknya, kota Izmir yang merupakan oposisi dan juga objek wisata unggulan pada malam itu tidak sampai muncul kekacauan seperti pada kudeta-kudeta sebelumnya.

Selasa, 19 Juli 2016

Bagian II: AKSI PRO KUDETA DI TURKI (Antara Pendudukan dan Respon Penduduk)


Uniknya, bentrokan tidak hanya terjadi di Ankara, namun juga di Istanbul. Targetnya memang bukan sekadar merampas pemerintahan Negara, namun juga memorak-porandakan seluruh persendian Negara. Inilah kudeta untuk menghilangkan kestabilan negara, bukan untuk mengembalikan kestabilan Negara. Maka, sesungguhnya mereka bekerja untuk siapa?

Senin, 18 Juli 2016

Bagian I: SUATU MALAM DI TURKI (Dahulu Polisi, Kini Tentara)


Petang hari Jum’at, 15 Juli 2016. Ibukota Turki, Ankara, mendadak dipecahkan oleh raungan Jet dan Helikopter Militer yang berseliweran di langit-langitnya. Kudeta Militer! Demikian siar Reuters ke seantero dunia. Bahkan Perdana Menteri yang baru yaitu Binali Yildirim –selaku pengganti Davutoglu- pun telah mengkonfirmasi secara dini bahwa itu adalah upaya Kudeta. Tapi secara dini pula ia menyatakan bahwa upaya itu akan gagal, seperti dilansir dailysabah.com

Selasa, 05 Juli 2016

HASIL KESABARAN PASCA BERPUASA (2)


Dia (Nuh) berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang. Maka seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.’

Senin, 04 Juli 2016

HASIL KESABARAN PASCA BERPUASA (1)


Secara Fiqh Bahasa, puasa juga dinamakan sabar. Karena puasa menahan diri dari makan, minum dan berhubungan suami-istri. Menahan diri, itulah esensi kesabaran. Maka puasa memiliki esensi membina kesabaran. Demikianlah kiranya hasil dari serangkaian puasa Ramadhan kita.

Minggu, 03 Juli 2016

KEJUJURAN DAKWAH


Kejujuran itu kelengkapan dan kesempurnaan, yang seluruh bagian-bagiannya terpadu. Begitu di antara definisi yang mungkin jarang kita simak. Maka bila ada bagian-bagian yang tidak sinkron, kemungkinan di situ ada ketidak-jujuran. Sederhananya demikian.

Sabtu, 02 Juli 2016

MEMBENAHI PONDASI IKHLAS DALAM BERDAKWAH (4)


Kenapa kita takut dicela manusia? Bukankah tidak ada yang bisa menghinakan kecuali Allah azza wa jalla? Mungkinkah orientasi kita mulai beralih ke selain Allah subhanahu wata'ala?