Kamis, 17 November 2016

(17/11/2016) UPDATE KONDISI SAUDARA MUSLIM ROHINGYA

 

Di saat kita sibuk bicara toleransi, maka jangan lupakan derita kemanusiaan di Rohingya yang hingga hari ini belum usai. Bahkan hari ini (17/11) Channel News Asia merilis berita yang menyatakan bahwa serangan junta militer Myanmar di wilayah Rohingya adalah serangan yang terparah setelah pembantaian orang-orang Rohingya pada tahun 2012.


Dimulai dari hari Sabtu (12/11), kondisi kemanusiaan di sana semakin kritis. Dengan dikerahkannya helikopter tempur yang menembaki desa-desa di negara bagian Rakhine. Selain itu juga adanya serangan darat yang menurut Human Rights Watch telah mengakibatkan 430 bangunan terbakar.

Beberapa aktivis kemanusiaan yang peduli terhadap problema Rohingya merilis angka kurang-lebih 150 jiwa yang telah meninggal sebagai korban penyerangan ini. Bahkan dari angka tersebut, sekitar 100 jiwa adalah korban dalam satu hari kemarin, Rabu (16/11). Para korban meninggal itu ditemukan sebagiannya tertutup jerami atau terbakar.

Tidak hanya itu, bahkan junta militer juga melakukan penembakan kepada masyarakat muslim Rohingya yang hendak menyeberang ke Bangladesh. Mereka ditembaki di tepi sungai Naaf ketika hendak naik ke perahu yang akan membawanya ke wilayah Bangladesh yang tepat berada di seberang Myanmar.


Kabar terbaru hari ini (17/11) adalah para tentara junta militer mengumpulkan kitab suci al Qur’an untuk mereka musnahkan. Pembunuhan dan pembakaran umat Islam di sana juga masih terus menghantui kehidupan sosial Rohingya. Bahkan akhirnya masyarakat Muslim Rohingya menjadi orang-orang yang terusir karena perkampungan mereka dimusnahkan.[]

1 komentar:

Amanda Ratih mengatakan...

Ya Allah Astaghfirullah.. Sungguh laknat kelakuan junta militer disana