Jumat, 02 September 2016

286 KM DITEMPUH SEHARIAN, TOURING JPRMI MEMASUKI MUKO-MUKO


Selasa, 23 Agustus 2016. Hujan lebat dari malam hingga siang mengguyur Bumi Raflesia, Bengkulu. Sehingga Touring JPRMI baru bisa dilanjutkan mulai jam 8 pagi. Itupun harus menggunakan perlengkapan hujan. Alhamdulillah sejak awal Touring JPRMI memang sudah dipersiapkan untuk menghadapi cuaca panas dan hujan, termasuk handphone yang harus tetap bekerja di saat hujan sekalipun.


Seharian melintas jalanan provinsi Bengkulu, dan sampai kabupaten Muko-Muko dalam kondisi lampu kota sudah dinyalakan. Inilah pertama kalinya Touring JPRMI ‘Jelajah Masjid Sumatera’ tiba menjelang malam di tempat peristirahatan. Jarak 286 KM telah berhasil ditempuh seharian, karena lebih dari 60% wilayah yang dilalui adalah hutan sawit tanpa masjid di sekitarnya. Sehingga Pulsar 220 yang digunakan dalam Touring JPRMI ini bisa dipacu semaksimal mungkin saat melewati hutan sawit, meskipun kontur jalanan menanjak dan menurun yang dilalui cukup curam. Syukurnya, meskipun jalanan memiliki belokan-belokan yang tajam namun permukaannya cukup mulus, cocok untuk mereview produk motor seperti sockbreaker dan daya cengkraman ban di aspal.

Esok harinya, karena kelelahan Touring JPRMI pun baru dilanjutkan kembali pada pukul 10. Ternyata jarak Muko-Muko dengan Sumatera Barat tidak jauh lagi. Karena memang letak kabupaten Muko-Muko ada di bagian utara Bengkulu. Ia adalah pemekaran dari kabupaten Bengkulu Utara. Terhitung sejam perjalanan, Touring JPRMI sudah memasuki wilayah Sumatera Barat. Lagi-lagi disambut hujan. Alhamdulillah. Berkah Bumi Minang, Bumi Batuah.

Di Muko-Muko sendiri etnis yang berkembang memang etnis Minang. Karena dahulu bagian dari rumpun Minangkabau yang kemudian dipisahkan oleh kolonial Inggris. Walaupun kini etnis tersebut tidak lebih banyak dari etnis Jawa transmigrasi. Namun antar etnis tersebut saling berbaur. Sebagaimana nama Muko-Muko, tradisi berhadap-hadapan dalam sebuah majelis menjadi ciri khas daerah ini. Musyawarah, itulah tradisi turun-temurunnya.


__________
Tim Humas JPRMI, 2 September 2016

Tidak ada komentar: